Tampilkan postingan dengan label Taiwan. Tampilkan semua postingan
Tampilkan postingan dengan label Taiwan. Tampilkan semua postingan

Senin, 06 Februari 2017

Jajanan Khas Taiwan Paling Populer

Taiwan terkenal akan street food atau jajanan kaki lima yang banyak diburu oleh para wisatawan. Jika kamu berwisata ke Taiwan, kamu pasti akan menjumpai deretan street food yang menjual aneka jajanan mulai dari minuman segar, makanan manis hingga asin. Biasanya para penjual jajanan khas Taiwan ini bisa kamu jumpai di pasar malam atau night market yang digelar mulai dari pukul lima sore hingga tengah malam. Penasaran jajanan khas Taiwan apa saja yang biasanya akan kamu jumpai? Berikut lima jajanan khas Taiwan paling populer:

Grass Jelly
Siapa yang tak suka dengan jajanan manis nan menyegarkan satu ini. Grass Jelly merupakan dessert khas Taiwan yang terdiri dari jelly bubble berwarna warni yang dicampur dengan kacang merah, es serut, serta es krim di atasnya. Rasanya sangat manis dan memiliki tekstur kenyal dan lembut. Di Indonesia, kamu bisa dapat dengan mudah menemukan berbagai restoran dengan menu grass jelly.

Ayam Goreng Crispy
Sudah bukan rahasia lagi kalau ayam goreng crispy menjadi jajanan terfavorit di Taiwan. Ayam goreng crispy ini dijual dengan berbagai macam rasa dan bumbu taburan seperti bumbu rumput laut, barbeque, dan yang paling menjadi favorit adalah bumbu cabai dengan rasa pedas. Di Indonesia, ayam goreng crispy khas Taiwan ini juga bisa dengan mudah kamu temukan.

Ba Wan
Ba wan merupakan jajanan khas Taiwan yang terbuat dari tepung beras, tepung jagung, dan tepung ubi jalar. Jajanan yang memiliki tekstur kenyal ini biasanya diisi dengan sayuran, rebung, jamur, dan telur. Saat musim dingin, Ba Wan disajikan dengan kuah kaldu panas, sementara saat musim panas, Ba Wan disajikan dengan kuah kaldu dingin.

Telur Dadar Tiram
Telur dadar tiram merupakan jajanan yang mengenyangkan sekaligus memiliki nilai gizi yang cukup tinggi karena terbuat dari telur yang dicampur dengan isian tiram dan aneka sayur seperti daun bawang. Semua adonan dicampur rata dan ditambahkan sedikit tepung kentang agar teksturnya lebih tebal. Setelah digoreng matang, telur dadar tiram disajikan bersama dengan saus sambal yang diberi perasan jeruk nipis.

Tian Bu La

Tian Bu La merupakan jajanan khas Taiwan yang terbuat dari pasta ikan, yakni daging ikan yang telah melalui proses fermentasi hingga bentuknya lembut seperti pasta atau ikan giling yang disaring menjadi pasta. Setelah menjadi pasta ikan, adonan tersebut dibumbui jahe, cabai, minyak wijen, dan tepung maizena lalu dibentuk berbagai macam ukuran dan digoreng hingga kering baru kemudian disiram dengan saus sambal sebelum dihidangkan.


Jajanan Kaki Lima ala Taiwan di Zeboo, Mulai Black Pao hingga Wonton

Di Bandar Lampung kini, banyak hadir tempat makan atau pusat jajanan yang menyediakan aneka kuliner, mulai dari western food, oriental food, Japanese food, hingga penganan lokal dan Nusantara.
Begitu juga dengan ragam kuliner yang ditawarkan pun banyak bentuk, mulai dari penganan ringan (cemilan), menu cepat saji (fast food), makanan berat, dessert, dan banyak lain jenisnya.
Begitu juga dengan tempat kulinernya.
Won Ton
Ada yang bertema kaki lima, street kafé, warung tradisional, kafé and resto, food court, hingga yang tersedia di hotel berbintang.

Salah satu tempat yang wajib dikunjungi adalah Zeboo yang berlokasi di lantai I Mal Boemi Kedaton (MBK) Bandar Lampung.

Di tempat bergaya kafé ini, pengunjung bisa menikmati aneka makanan dan minuman yang berbeda dari menu yang ditawarkan sebelumnya.
Zeboo menghadirkan aneka kuliner yang diusung dari Taiwan.

Mulai dari makanan ringan, makanan berat, dessert, hingga minuman spesialnya.
Harga yang ditawarkan pun relatif terjangkau, yakni dikisaran Rp 15 ribu-Rp 42 ribu per itemnya.

Pengelola Zeboo Café, Tia Raswan mengungkapkan, tempat kulinernya bisa dibilang ekslusif, unik, dan spesial.

Sebab, mayoritas menu yang disajikan mengusung konsep kuliner khas Taiwan.

Adapun prioritas kuliner yang disuguhkan lebih mengangkat konsep camilan, dessert, dan minuman.
"Kami ingin tampil beda dan ingin memberikan sesuatu yang baru pada para pecinta kuliner di Bandar Lampung.

Apalagi tempat kuliner yang menampilkan makanan khas Taiwan yang lezat masih sangat jarang ditemui di sini.

Hampir mayoritas menunya diangkat dari khasanah kuliner asal negeri Formosa itu," ungkap Tia.
"Pasti banyak yang bertanya kenapa lebih pilih camilan, dessert, dan minuman sebagai menu utama. Sederhana saja jawabnya, karena kami ingin menjadikan tempat ini sebagai tempat nongkrong anak muda," sambungnya menjelaskan.

Bicara menu andalan, jelas Tia, salah satunya adalah Black Bao.

Makanan ringan khas Taiwan ini terbentuk dari komposisi bakpao hitam berbentuk pipih yang dikombinasikan dengan dua pilihan isian di tengah/toppingnya.

Di antaranya rasa pedas teriyaki yang terdiri dari saos pedas, ayam goreng, kacang, keju, dan mayonise.
BlackPao
Dia menambahkan, untuk pilihan kedua adalah isian fillet ayam goreng yang komposisinya potongan ayam, wortel, rumput laut, saos teriyaki, wijen, dan mayonise.

Sedangkan untuk harga per porsinya, hanya Rp 34 ribu saja.
"Kalau tampilan fisiknya, seperti bakpao hitam diberi topping di atasnya. Tapi untuk makannya, bakpao dilipat dan jadilah topping sebagai isiannya, unikkan. Makan seporsi saja dijamin pasti kenyang. Kalau untuk rasanya, cenderung lembut, chruncy, pedas, dan beraroma rempah yang menggoda," ujarnya berpromosi.

Selain Black Bao, kata Tia, makanan ringan yang tak kalah lezatnya adalah Spicy Chicken Wonton.
Kuliner ini bisa disebut sebagai ikonnya makanan yang popular di negeri asalnya.
Spicy Chicken Wonton sendiri adalah penganan rebusan pangsit ayam yang diolah dengan aneka bumbu rempah berkonsep rumahan.

Menurutnya, satu porsi menu ini berisi lima rebusan pangsit. Sehingga bisa dikonsumsi 1-2 orang.
Selain itu dipadukan dengan kaldu ayam, potongan cabai merah, dan kacang sebagai toppingya.
Sehingga rasa manis, pedas, dan sedikit asam begitu terasa di lidah penggemarnya.
Sedangkan harganya hanya Rp 32 ribu per porsi.

"Meski mengusung konsep kuliner Taiwan, prakteknya kami tidak mengikuti total. Sebab, bahan baku, rempah-rempah, dan komposisinya tetap disesuaikan.