Senin, 06 Februari 2017

Jajanan Khas Taiwan Paling Populer

Taiwan terkenal akan street food atau jajanan kaki lima yang banyak diburu oleh para wisatawan. Jika kamu berwisata ke Taiwan, kamu pasti akan menjumpai deretan street food yang menjual aneka jajanan mulai dari minuman segar, makanan manis hingga asin. Biasanya para penjual jajanan khas Taiwan ini bisa kamu jumpai di pasar malam atau night market yang digelar mulai dari pukul lima sore hingga tengah malam. Penasaran jajanan khas Taiwan apa saja yang biasanya akan kamu jumpai? Berikut lima jajanan khas Taiwan paling populer:

Grass Jelly
Siapa yang tak suka dengan jajanan manis nan menyegarkan satu ini. Grass Jelly merupakan dessert khas Taiwan yang terdiri dari jelly bubble berwarna warni yang dicampur dengan kacang merah, es serut, serta es krim di atasnya. Rasanya sangat manis dan memiliki tekstur kenyal dan lembut. Di Indonesia, kamu bisa dapat dengan mudah menemukan berbagai restoran dengan menu grass jelly.

Ayam Goreng Crispy
Sudah bukan rahasia lagi kalau ayam goreng crispy menjadi jajanan terfavorit di Taiwan. Ayam goreng crispy ini dijual dengan berbagai macam rasa dan bumbu taburan seperti bumbu rumput laut, barbeque, dan yang paling menjadi favorit adalah bumbu cabai dengan rasa pedas. Di Indonesia, ayam goreng crispy khas Taiwan ini juga bisa dengan mudah kamu temukan.

Ba Wan
Ba wan merupakan jajanan khas Taiwan yang terbuat dari tepung beras, tepung jagung, dan tepung ubi jalar. Jajanan yang memiliki tekstur kenyal ini biasanya diisi dengan sayuran, rebung, jamur, dan telur. Saat musim dingin, Ba Wan disajikan dengan kuah kaldu panas, sementara saat musim panas, Ba Wan disajikan dengan kuah kaldu dingin.

Telur Dadar Tiram
Telur dadar tiram merupakan jajanan yang mengenyangkan sekaligus memiliki nilai gizi yang cukup tinggi karena terbuat dari telur yang dicampur dengan isian tiram dan aneka sayur seperti daun bawang. Semua adonan dicampur rata dan ditambahkan sedikit tepung kentang agar teksturnya lebih tebal. Setelah digoreng matang, telur dadar tiram disajikan bersama dengan saus sambal yang diberi perasan jeruk nipis.

Tian Bu La

Tian Bu La merupakan jajanan khas Taiwan yang terbuat dari pasta ikan, yakni daging ikan yang telah melalui proses fermentasi hingga bentuknya lembut seperti pasta atau ikan giling yang disaring menjadi pasta. Setelah menjadi pasta ikan, adonan tersebut dibumbui jahe, cabai, minyak wijen, dan tepung maizena lalu dibentuk berbagai macam ukuran dan digoreng hingga kering baru kemudian disiram dengan saus sambal sebelum dihidangkan.


Jajanan Kaki Lima ala Taiwan di Zeboo, Mulai Black Pao hingga Wonton

Di Bandar Lampung kini, banyak hadir tempat makan atau pusat jajanan yang menyediakan aneka kuliner, mulai dari western food, oriental food, Japanese food, hingga penganan lokal dan Nusantara.
Begitu juga dengan ragam kuliner yang ditawarkan pun banyak bentuk, mulai dari penganan ringan (cemilan), menu cepat saji (fast food), makanan berat, dessert, dan banyak lain jenisnya.
Begitu juga dengan tempat kulinernya.
Won Ton
Ada yang bertema kaki lima, street kafé, warung tradisional, kafé and resto, food court, hingga yang tersedia di hotel berbintang.

Salah satu tempat yang wajib dikunjungi adalah Zeboo yang berlokasi di lantai I Mal Boemi Kedaton (MBK) Bandar Lampung.

Di tempat bergaya kafé ini, pengunjung bisa menikmati aneka makanan dan minuman yang berbeda dari menu yang ditawarkan sebelumnya.
Zeboo menghadirkan aneka kuliner yang diusung dari Taiwan.

Mulai dari makanan ringan, makanan berat, dessert, hingga minuman spesialnya.
Harga yang ditawarkan pun relatif terjangkau, yakni dikisaran Rp 15 ribu-Rp 42 ribu per itemnya.

Pengelola Zeboo Café, Tia Raswan mengungkapkan, tempat kulinernya bisa dibilang ekslusif, unik, dan spesial.

Sebab, mayoritas menu yang disajikan mengusung konsep kuliner khas Taiwan.

Adapun prioritas kuliner yang disuguhkan lebih mengangkat konsep camilan, dessert, dan minuman.
"Kami ingin tampil beda dan ingin memberikan sesuatu yang baru pada para pecinta kuliner di Bandar Lampung.

Apalagi tempat kuliner yang menampilkan makanan khas Taiwan yang lezat masih sangat jarang ditemui di sini.

Hampir mayoritas menunya diangkat dari khasanah kuliner asal negeri Formosa itu," ungkap Tia.
"Pasti banyak yang bertanya kenapa lebih pilih camilan, dessert, dan minuman sebagai menu utama. Sederhana saja jawabnya, karena kami ingin menjadikan tempat ini sebagai tempat nongkrong anak muda," sambungnya menjelaskan.

Bicara menu andalan, jelas Tia, salah satunya adalah Black Bao.

Makanan ringan khas Taiwan ini terbentuk dari komposisi bakpao hitam berbentuk pipih yang dikombinasikan dengan dua pilihan isian di tengah/toppingnya.

Di antaranya rasa pedas teriyaki yang terdiri dari saos pedas, ayam goreng, kacang, keju, dan mayonise.
BlackPao
Dia menambahkan, untuk pilihan kedua adalah isian fillet ayam goreng yang komposisinya potongan ayam, wortel, rumput laut, saos teriyaki, wijen, dan mayonise.

Sedangkan untuk harga per porsinya, hanya Rp 34 ribu saja.
"Kalau tampilan fisiknya, seperti bakpao hitam diberi topping di atasnya. Tapi untuk makannya, bakpao dilipat dan jadilah topping sebagai isiannya, unikkan. Makan seporsi saja dijamin pasti kenyang. Kalau untuk rasanya, cenderung lembut, chruncy, pedas, dan beraroma rempah yang menggoda," ujarnya berpromosi.

Selain Black Bao, kata Tia, makanan ringan yang tak kalah lezatnya adalah Spicy Chicken Wonton.
Kuliner ini bisa disebut sebagai ikonnya makanan yang popular di negeri asalnya.
Spicy Chicken Wonton sendiri adalah penganan rebusan pangsit ayam yang diolah dengan aneka bumbu rempah berkonsep rumahan.

Menurutnya, satu porsi menu ini berisi lima rebusan pangsit. Sehingga bisa dikonsumsi 1-2 orang.
Selain itu dipadukan dengan kaldu ayam, potongan cabai merah, dan kacang sebagai toppingya.
Sehingga rasa manis, pedas, dan sedikit asam begitu terasa di lidah penggemarnya.
Sedangkan harganya hanya Rp 32 ribu per porsi.

"Meski mengusung konsep kuliner Taiwan, prakteknya kami tidak mengikuti total. Sebab, bahan baku, rempah-rempah, dan komposisinya tetap disesuaikan.



Nasi Liwet Kuliner Malam Solo

Kalau Jogja terkenal dengan nasi gudegnya, maka Solo punya nasi liwet yang tidak kalah khas. Dua-duanya punya satu kesamaan: mudah dijumpai di banyak tempat

Mereka yang pernah tinggal di Jogja pasti pernah mengalami momen makan nasi gudeg tengah malam di warung pinggir jalan. Di Solo pun demikian, ada banyak penjual nasi liwet yang menjajakan dagangannya sampai menjelang pagi. Kelaparan di tengah malam bukanlah masalah besar bagi mereka yang tinggal di Solo

Nasi liwet sendiri merupakan salah satu kuliner khas Solo. Bentuknya berupa nasi yang dicampur dengan kuah santan serta sayuran yang terbuat dari paprika. Campuran lain yang sekaligus menjadi ciri khas nasi liwet adalah kumut, yakni santan kelapa yang dikentalkan. Nasi liwet biasa disajikan dengan suwiran daging ayam kampung serta telor rebus. Kalau ingin yang lebih ekslusif, bisa juga ditambah beberapa lauk khusus seperti ati ampela, kepala ayam dll. Sesuai selera

Supaya rasanya tambah enak, nasi liwet disajikan menggunakan daun pisang. Percaya nggak percaya, daun pisang ini turut berkontribusi dalam menambah rasa nikmat pada nasi liwet. Porsi nasi liwet biasanya tidak terlalu banyak namun juga tidak bisa dibilang sedikit. Sedang. Tidak membuat perut penuh. Sangat ideal untuk mengisi perut pada malam hari

Di Solo, nasi liwet biasanya dijual oleh ibu-ibu di warung-warung pinggir jalan. Kebanyakan pada malam hari meski ada juga beberapa yang menjual nasi liwet pada pagi hari untuk sarapan.
Saat malam, beberapa emperan ruko di Solo biasanya akan digunakan oleh para pedagang malam, termasuk penjual nasi liwet

Beberapa warung nasi liwet yang cukup recommended di Solo antara lain di perempatan Pasar Kembang, pojok perempatan Hotel Novotel serta pojok lampu merah Jongke. Semua warung yang disebutkan tadi buka pada malam hari. Bahkan untuk di perempatan Hotel Novotel baru akan buka setelah jam 10 malam. Kebetulan, lokasinya berada di area parkir Toserba Sami Luwes sehingga si ibu penjual harus menunggu sampai toserba selesai beroperasi

So, kelaparan tengah malam di Solo? It’s not a problem. Ada nasi liwet yang bisa diandalkan

Aneka Jajanan Pinggir Jalan yang Mebuat Lidahmu Bergoyang

Kadang kita pengen makan makanan yang nggak begitu mengenyangkan tapi bisa buat ganjel perut. Nggak usah bingung kalau lapar sudah melanda. Di pinggir jalan, banyak penjual jajanan yang bisa ganjel perut kamu samapai waktu makan besar tiba.

MARTABAK TELUR
Martabak dapat menjadi penyelamat dari kelaparan waktu malam hari, soalnya kalau pagi-pagi belum ada yang jualan nih. Makan martabak cukup lah buat ganjel perut yang lagi kelaparan, tapi ya nggak begitu mengenyangkan, kecuali kamu makannya sampai dua bungkus, dan dimakan sendirian tuh.

Martabak telur ini biasanya jualan di pinggir jalan waktu malam hari. Paling enak kalau pesen yang spesial, pakai telur bebek. Ukurannya pun jumbo kalau yang spesial. Biasanya isian dari martabak telur itu tentu saja telur ya, terus ada daging cincang, bumbu, daun bawang. Makannya enak waktu masih anget, apa lagi pakai kuah ditambah acar sama cabe rawit, beeeh, mantab deh.

TERANG BULAN
Nah, kalau yang ini sodaraan sama martabak telur, biasanya juga disebut martabak manis. Martabak manis atau terang bulan ini, kalau dimakan lumayan bikin kenyang. Harganya juga nggak begitu mahal lah, kecuali kalau kamu minta isian yang macem-macem, otomatis harganya juga beda.

Terang bulan biasa jualan di pinggir jalan juga, biasanya malah penjual martabak telur juga jualan terang bulan. Kita bisa pesen isian sesuai keinginan kita. Bisa campur-campur juga, ada coklat, keju, kacang sampai ada yang pakai nutell* segala, tapi harganya juga nggak murah. Kalau kamu beli jajanan yang satu ini, makannya enak waktu masih anget ya, mantab deh rasanya.

SINGKONG KEJU
Singkong ini nggak begitu populer sebagai jajanan perkotaan. Tapi, ada seseorang yang mencoba mengolahnya menjadi makanan yang enak dan nggak bisa dinikmati siapa saja. Padahal sama-sama singkong, tapi yang beda dari namanya sama bentuk dan rasanya.

Singkong goreng yang satu ini namanya singkong keju, dari namanya aja udah modern tuh. Kalau rasanya jangan ditanya deh, kamu harus nyobain sendiri. Singkong keju bentuknya hampir mirip kayak singkong goreng pada umumnya, cuma hasil gorengannya agak retak-retak gitu, kadang disebut juga singkong meletus. Teksturnya juga lembut, nggak keras, tapi kadang ada yang keras juga sih. Penyajiannya dikasih toping keju diatasnya, pokoknya enak deh. Oh iya, makan singkong keju enaknya waktu masih hangat, kalau udah dingin kadang teksturnya juga berubah.

JAMUR KRISPI
Jamur krispi ini bahannya dari jamur tiram yang diselimuti sama tepung lalu digoreng sampai krispi. Nah, makanan yang satu ini selain enak, kandungan gizinya juga lumayan, karena bahannya kan dari jamur tuh. Kalau pengen tau apa aja kandugan gizinya bisa cari di mbah gugel ya, hehe.

ROTI BAKAR
Namanya roti bakar, tapi sebenernya cuma dipanggang aja. Yang banyak dijual di pinggir jalan itu roti bakar Bandung. Mungkin roti bakar ini khas dari Bandung ya.

Rotinya itu kayak roti biasa, isiannya bisa macem-macem, coklat, selai atau keju, kamu tinggal pilih rasa apa. Bahkan bisa minta buat campur-campur rasanya, enak deh rasanya.

Nah, itu tadi beberapa jajanan yang bisa mengganjal perut kamu yang lapar. Tapi ingat, belinya di tempat yang meyakinkan ya, jangan asal belinya.



Kuliner Soto Betawi Paling Enak di Jakarta

Soto betawi asli merupakan menu makanan khas ibukota yang memiliki rasa nikmat. Bagi yang sudah pernah mencicipi soto betawi ini pasti akan menyimpulkan tentang bagaimana kenikmatan rasa dari soto daging sapi degan kuah kental ini. Sementara, bagi yang belum pernah menikmati jangan merasa bingung bisa membuatnya sendiri dengan menyimak cara pembuatan dan resep  soto betawi asli yang akan diulas berikut ini. Pembuatannya tidaklah sulit seperti memasak pada umumnya hanya cara serta bumbunya saja yang berbeda.

Sehingga, meskipun bukan orang Betawi bisa saja membuat masakan ini dengan citarasa khasnya. Paduan gurih dari kuah santan ini membuat lidah semakin bergoyang ketika menyantap sajian menu masakan khas daerah Betawi ini. Soto ini mungkin lebih mudah didapatkan pada daerah Jawa Barat saja. Bahkan, didaerah Jawa Timur saja sangat sulit didapatkan menu masakan ini.  Berikut  tempat kuliner soto Betawi paling enak di Jakarta berikut ini.

Soto Betawi H. Mamat
.
Rahasia kenikmatan soto yang satu ini adalah empuk daging yang berpadu dengan gurihnya kuah. Apalagi ditambah dengan perkedel, kerupuk dan nasi panas, dijamin kamu akan bahagia setelah mencicipinya. Warung soto ini hanya melayani sarapan hingga makan siang. Jadi, bagi Foodee yang ingin menikmati soto H. Mamat datanglah pagi hari sekitar jam 9. Sebab jika datang saat makan siang, bisa jadi Foodee akan berebut jatah dengan pelanggan lain.

Soto Betawi Bang Sawit
Menu soto daging warung soto ini disajikan dengan kompor kecil yang terus menyala, sehingga soto akan selalu terasa hangat. Kuahnya cukup lezat dan potongan daging sapinya cukup banyak dan besar. Tidak lupa, kuahnya juga diberi emping, potongan tomat, dan daun bawang. Selain soto, warung makan ini juga menyediakan menu lain seperti ayam goreng, combro, dan nasi uduk. Rumah makannya memang tidak terlalu besar, tetapi kebersihannya lumayan terjaga. Desain interiornya khas Betawi, menguatkan kesan Betawi yang akan kamu rasakan dari sotonya. Lokasi tepatnya ada di Jalan Boulevard Raya Blok QJI/8, Kelapa Gading.

Soto Betawi H. Ma’ruf
Warung Soto H. Ma’ruf terkenal dengan rasa enaknya jadi tidak heran jika tempat makan ini selalu ramai pengunjung.  Soto Betawi memiliki ciri khas yaitu menggunakan daging dan jeroan sapi bukan kambing. Keistimewaan di warung H. Ma’ruf adalah paru gorengnya tetap garing meski sudah bersatu kembali dengan kuah soto.

Soto Roxy H. Darwasa
Soto Roxy H.Darwasa mulai dirintis sejak tahun 1950-an. Salah satu yang istimewa dari soto ini adalah daging gorengnya yang menjadi incaran para pelanggan karena renyah dan gurih. Jika Foodee datang terlalu malam, bisa jadi kamu akan kehabisan menu daging goreng ini. Namun masih banyak alternatif selain daging goreng, yaitu babat, sengkel, kikil, paru, urat, dan sebagainya. Foodee  bisa memilih sesuai selera. Penyajian di tempat makan soto ini lumayan unik. Jika sebagian besar warung menyajikan soto dalam mangkuk, Soto Roxy H. Dawarsa memilih wadah piring. Foodee bisa menemukan warung soto ini di Jl. Tidore (Roxy), Jakarta Pusat.




Jajanan Kaki Lima Favorit di Kota Medan

Medan memang pantas dijuluki surganya kuliner, karena penduduk di Medan yang berasal dari berbagai suku sehingga makanannya pun menjadi bervariasi.

Nah kali ini saya akan membahas jajanan kaki lima favorit di Kota Medan.

Apa saja jajanan kaki lima favorit saya di kota Medan?! Nih saya beritahu ke kalian semua.
Bakso Aston
Nama Bakso Aston itu saya buat sendiri. Soalnya memang tidak ada namanya. Bapak penjual bakso ini biasa mangkal di sebuah gang masuk di jalan Raden Saleh Medan. Nah jalan Raden Saleh Dalam ini kan berada di samping Hotel Aston, makanya saya beri nama Bakso Aston. Kalau teman saya memberi nama Bakso Antara, karena gang tempat ia mangkal berada di samping kantor cabang Berita Antara Medan.
Rasa baksonya sudah pasti enak dan banyak. Rasa dagingnya begitu menggoyang lidah. Nggak heran kalau kesini selalu banyak yang makan meski fasilitasnya cuma 2 bangku dan meja kayu.

Selain rasanya yang maknyus, yang saya suka dari Bakso Aston adalah penjualnya yang ramah meski saya banyak permintaan. Berhubung saya mudah eneg kalau makan daging, jadinya saya selalu punya request khusus kalau makan disini : Bakso dengan mie putih, bawang gorengnya yang banyak, porsi baksonya dikurangi dan irisan tahu kopongnya dibanyakin. Dan, ketika pesanan saya datang, porsi baksonya tetap dan irisan tahunya lebih banyak. Harga tetap sama meeen 10 ribu.

Lok-lok Suka Susu
Sukasusu berada tak jauh dari gerbang tekhnik kampus UNIMED (Universitas Negeri Medan). Tepatnya di tenda nomor 12,5. Di sepanjang kawasan ini memang banyak tenda-tenda penjual makanan dan minuman. Pembelinya selain orang yang melintas, tentu  saja para mahasiswa dan pelajar yang kampus dan sekolahnya berdekatan dengan UNIMED.

Saya sebenarnya nggak suka susu kecuali susu coklat. Dan awalnya Sukasusu cuma menjual minuman dengan kreasi susu. Namun semakin kesini, varian menunya semakin banyak. Ada kopi juga. Jadinya saya selalu pesan es kopi.

Selain kopi, ada Lok-lok juga di Sukasusu. Itu loh, makanan yang ditusuk seperti sate. Ada bakso, sosis, dan olahan seafood lainnya. Setau saya Lok-lok ini popular di Malaysia *dan sekarang mulai merambah Indonesia*. Biasanya Lok-lok itu banyak yang non halal, tapi di Sukasusu khusus menjual yang halal, jadi saya tak perlu khawatir. Oya, Lok-lok Sukasusu tidak digoreng seperti pada umumnya, melainkan dipanggang loh. Harganya 1.500 - 10.000 ribu rupiah pertusuknya.
Selain bersih dan penjual yang ramah. Hal yang membuat saya suka Lok-lok di Sukasusu adalah penggunaan saus dan mayonaisnya yang menggunakan merek terkenal. Bukannya saya sok branded loh, cuma tau sendiri kan banyak diberitakan saus oplosan dengan bahan-bahan yang membahayakan kesehatan.

Cappuccino Cincau seberang MMTC Pancing
Di Medan yang namanya Cappuccino Cincau udah lumayan lama ngehits. Itu loh, cappuccino di blend sama es batu, susu kental manis, kemudian ditambah irisan cincau hitam, susu coklat dan ceres di atasnya. Rasanya nggak usah ditanya, juara deh. Selain karena memang suka cappucci, saya juga penggemar cincau. Kadang malah bela-belain ke pajak (pasar tradisional) cuma buat beli cincau hitam karena emang suka.

Penjual cappuccino cincau sebenarnya bertabur di Medan. Biasanya penjualnya buka stand di pinggir jalan. Selain cappuccino cincau, ada varian rasa lainnya. Tapi saya sukanya memang cappuccino cincau. Jadi selalu beli yang itu.

Nah, dari pengalaman beli cappuccino cincau di beberapa tempat dan buat sendiri di rumah, rasa yang paling pas di lidah itu cappuccino cincau yang di seberang komplek MMTC Pancing – Medan. Porsi masing-masing komposisinya pas banget. Jadi perpaduan rasa pahit dan manisnya itu ideal banget di indera perasa saya.

Biasanya saya beli cappuccino cincau disini untuk dinikmati di tempat lain. Kalau belinya siang, biasanya untuk dibawa pulang. Kalau belinya sore biasanya saya nikmati di komplek MMTC sambil melihat matahari senja bersama teman.
Seporsi cappuccino cincau disini dibanderol 6 ribu rupiah. Harga standart seperti penjual kebanyakan. Tapi rasanya sungguh tak mengecewakan.

Nah itu dia jajan kaki lima favorit di Kota Medan, masih banyak lagi sih sebenarnya makanan - makanan enak di Medan.





Kuliner di Petak Sembilan yang Bikin Nostalgia

Buat Anda warga Jakarta pasti gak asing sama Glodok. Daerah Glodok bukan hanya terkenal sebagai pusat elektronik saja, Glodok merupakan tempat yang bersejarah karena menjadi salah satu bisnis di Jakarta dari dulu. Di daerah Petak Sembilan, Anda yang hobi kulineran bisa sejenak melepas lelah dan bernostalgia dengan berbagai kuliner khas yang ada di sana. Kuliner di Petak Sembilan berpusat di Gang Gloria. Berikut 6 kuliner yang bakalan bikin lidah kamu bernostalgia ke masa lalu.

Bakmi Amoy
Bakmi Amoy ini berada di gang Gloria. Bakmi dengan harga 20 ribuan ini sudah sangat terkenal sejak zaman dahulu kala dan sangat melagenda. Untuk mencoba kelezatan bakmi ini Anda harus rela antri ya karena kios bakmi ini tidak pernah sepi pengunjung. Yang favorit di tempat ini adalah bakmi ayam dan bakso gorengnya.

Kopi Es Tak Kie
Ingin sekedar duduk-duduk bersantai, gang Gloria juga punya tempat ngopi yang ikonik. Kedai kopi ini sudah didirikan sejak tahun 1927 silam. Kopi yang di jual di Kopi Es Tak Kie ini merupakan racikan dari campuran 5 jenis Kopi Lampung. Range harga kopi di kedai ini mulai dari Rp14.000-Rp16.000. Seperti nama kedainya, kopi di sini disajikan dengan es batu. Sudah terbayang kan betapa segarnya?

Kari Lam Gang Gloria
Yang doyan kari harus datang ke sini. Kari Lam ini menyuguhkan hidangan kari dengan rasa yang tidak terlalu menohok alias tidak bikin eneg. Kari yang paling laku di tempat ini adalah kari ayamnya yang sangat gurih. Kari Lam yang berada di Gang Gloria ini sangat popular dan legendaris selama berpuluh-puluh tahun. Rasa karinya sangat khas dengan berbagai rempah yang akan siap meledak di mulut.

Gado Gado Direksi
Gado-gado Direksi adalah gado-gado legendaris yang sudah ada sejak tahun 1967. Gado-gado di sini sangat berbeda dengan gado-gado lain yang biasa kita temui. Biasanya gado-gado hanya dihidangkan dengan rebusan telur dan sayuran, akan tetapi Gado-gado Direksi dilengkapi dengan ayam goreng dan lumpia sayuran pada saat disajikan. Porsinya juga sangat besar hingga sangat cocok untuk dijadikan hidangan santap siang Anda. Konon katanya banyak direksi-direksi bank di sekitar Glodok yang santap siang di sana, makanya nama kedainya dinamakan Gado-gado Direksi.

Mie Kangkung Si Jangkung
Mie Kangkung Si Jangkung adalah variasi mie yang akan memanjakan lidah Anda dengan campuran kangkungnya. Berbeda dengan mie yang lain, mie ini berkuah encer, manis dan berwarna kecokelatan karena menggunakan kecap. Mie Kangkung Si Jangkung ini dilengkapi dengan ayam bumbu kecap dan ada juga udang. Di kedai ini, Anda juga bisa mencicipi otak-otaknya yang super legit. Jika Anda ke sana bersama dengan kerabat dan juga keluarga, kedai Mie Kangkung Si Jangkung ini menyediakan fasilitas karaoke lho!

Rujak Shanghai
Rujak biasanya adalah kumpulan beberapa potongan buah yang disiram dengan sambal pedas. Di gang Gloria, Anda bisa menemukan rujak yang lain dari biasanya yaitu rujak Shanghai. Rujak ini terdiri dari kangkung yang direbus, ubur-ubur, cumi-cumi, ketimun dan lobak dan disiram dengan saus asam manis. Taburan kacang tanah yang sudah dihaluskan menjadikan rujak ini sangat menyegarkan dan sangat khas. Rujak Shanghai dibandrol dengan harga 30ribu saja.

Selain keenam makanan yang sudah dibahas satu persatu, Anda masih bisa menemukan beragam kuliner legendaris Petak Sembilan lain yang tidak bisa ditemukan di tempat lain. Tips untuk Anda yang ingin mencicipi kuliner khas Gang Gloria pakailah baju yang nyaman karena daerah ini cukup sempit dan panas sehingga Anda akan mudah berkeringat.